Nyeri Tenggorokan dan Faktor Intubasi Endotrakeal

182 Tinjau  | 

Nyeri Tenggorokan dan Faktor Intubasi Endotrakeal

Nyeri tenggorokan adalah komplikasi umum yang terjadi pasca operasi dengan anestesi umum intubasi endotrakel. Nyeri tenggorokan dikaitkan dengan beberapa faktor risiko pasien pasca operasi dengan anestesi umum intubasi endotrakeal seperti usia, jenis kelamin, Riwayat merokok, durasi intubasi dan ukuran pipa endotrakeal. Nyeri tenggorokan pasca operasi dengan anestesi umum intubasi endotrakeal merupakan suatu keadaan yang masih menjadi persoalan utama. Nyeri tenggorokan pasca operasi dengan anestesi umum intubasi endotrakeal adalah komplikasi paling umum yang dapat terjadi terhadap pasien dan menduduki peringkat ke-2 sebagai kejadian buruk selama pemulihan anestesi. Nyeri tenggorokan pasca operasi dengan anestesi umum intubasi endotrakeal merupakan rasa tidak nyaman, nyeri, atau gatal di tenggorokan dan biasanya menimbulkan nyeri untuk menelan.

Nyeri tenggorokan terjadi dalam 24 jam pertama pada pasien pasca operasi dengan anestesi umum intubasi umum endotrakeal. Penyebab utama nyeri tenggorok pasca operasi dengan anestesi umum intubasi endotrakeal adalah trauma pada mukosa faringolaringeal karena tindakan laringoskop dan pemasangan pipa endotrakeal sedangkan penyebab lain adalah pemasangan nasogastric tube dan penyedotan lendir dalam mulut. Nyeri tenggorokan juga dapat terjadi karena beberapa faktor yaitu faktor pasien, faktor peralatan, dan Teknik intubasi. Faktor risiko yang berperan dalam timbulnya keluhan nyeri tenggorokan antara lain jenis kelamin, usia, Riwayat merokok dan durasi intubasi dan ukuran pipa endotrakeal.

Nyeri tenggorokan sedang yang dikeluhkan pasien pasca operasi terjadi karena iritasi serta inflamasi local akibat trauma saat laringoskop dan pemasangan pipa endotrakeal di daerah faring, laring serta trakea. Kehilangan mukosa saluran napas atas serta laring pada keadaan lanjut akan mengakibatkan reaksi granulasi jaringan yang berlebihan serta menimbulkan granuloma. Hal ini juga dikarenakan terjadinya trauma pada struktur jalan area napas misalnya pada tonsil, faring,  laring, atau trakea. Tindakan intubasi endotrakeal dapat mengakibatkan inflamasi, edema maupun ulserasi pada struktur tersebut. Trauma akibat intubasi endotrakeal ini biasanya akan pulih dengan sendirinya dan sering terjadi pada bagian tertentu pada jalan napas.

PT Globindo Mega Pratama sebagai distributor alat Kesehatan menjual berbagai endotrakeal tube dengan berbagai ukuran dan merek. Dipercaya di berbagai rumah sakit dan klinik, PT Globindo Mega Pratama melayani dengan solusi yang diberikan agar memudahkan para pelanggan dalam memperoleh alat Kesehatan.

Powered by MakeWebEasy.com
Website ini menggunakan kukis untuk pengalaman terbaik Anda, informasi lebih lanjut silakan kunjungi Kebijakan Privasi  dan  Kebijakan Kukis